A. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan
atau pun yang disebut peradaban, mengandung pengertian yang luas, meliputi
pemahaman perasaan atau bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan,
kepercayaan, seni, moral, hukum, adatistiadat (kebiasaan), dan pembawaan
lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat( Taylor, 1897).
Dalam bahasa
Inggris, kebudayaan adalah “culture” yang bersal dari bahasa latin “colere”
yang berarti mengolah atau mengerjakan, terutama mengolah atau mengerjakan
tanah atau bertani/bercocok tanam. Dari pengertian ini kemudian culture dapat
berarti segala daya dan kegiatan manusia mengolah dan mengubah alam.
(Koentjaraningrat: 1974.)
Berikut ini
adalah beberapa definisi kebudayaan menurut pakar, yaitu: Kebudayaan adalah suatu
keseluruhan yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral,
hukum, adat-istiadat, dan kecakapan-kecakapan serta kebiasaan lainnya
diperoleh/dihasilkan manusia sebagai anggota masyarakat. (E.B Taylor).
Kebudayaan
ialah suatu keselurahan hasil kelakuan manusia yang teratur dari tata kelakuan
yang harus diperoleh dengan belajar, dan yang tersusun dalam kehidupan
masyarakat. (Koentjaradiningrat.) Kebudayaan ialah semua hasil karya dari
cipta, rasa, dan karsa masyarakat. (Selo Soemarjan dan Soelaiman Soemardi)
Para ahli sudah banyak yang menyelidiki
berbagai kebudayaan. Dari hasil penyelidikan tersebut timbul dua pemikiran
tentang munculnya suatu kebudayaan atau
peradaban. Pertama, anggapan bahwa adanya hukum pemikiran atau perbuatan
manusia (baca kebudayaan) disebabkan tinakan besar yang menuju pada perbuatan
yang sama dan penyebabnya yang sama. Kedua, anggapan bahwa tingkat kebudayaan
atau peradaban muncul sebagai akibat taraf perkembangan dan hasil efaluasi
masing-masing proses sejarahnya. Perlu dicatat bahwa kedua pendapat tersebut
tidak lepas dari kondisi alamnya atau, dengan kata lain, alam tidak jenuh oleh
keadaan yang tidak ada pangkal ujungnya, atau alam tidak pernah bertindak
meloncat. Demikian pula proses sejarah bukan proses yang mengikat, tetapi
merupakan kondisi ilmu pengetahuan, agama, seni, adat-istiadat, dan kehendak
semua masyarakat.
Mempelajari
pengertian kebudayaan bukan suatu hal yang mudah, mengingat banyaknya batasan
dari konsep bahasa, sejarah, dan sumberbacaan atau literaturnya, baik yang
berwujud ataupun yang abstrakyang secara jelas menunjukkan jalan hidup bagi
kelompok orang( (masyarakat). Demikian pula dalam pendekatan metodenya sudah
banyak disiplin ilmu lain seperti sosiolagi, psikoanalisis, psikologi
(perilaku) mengkaji bermacam-macam kebudayaan, yang tingkat kejelasannya
bergantung pada konsep dan penekanan masing-masing unsur konsepnya. Bahkan ada
yang bertentangan dalam hal pertanyaan tentang segi epistimologi. Walaupun demikian,
menurut Kluckhohn (1951) hampir semua antropolog Amerika setuju dengan dalil
proposisiyang diajukan oleh Herkovist dalam bukunya yang berjudul Man and His Work tentang teori
kebudayaan.
Pengertian
kebudayaan yang di kemukakan oleh E.B Taylor maupun dalil-dalil yang
dikemukakan oleh Herkovits masih bersifat luas sehingga penkajian kebudayaan
sangat bervariasi. Kroeber dan Klukhohn (1950) mengajukan konsep kebudayaan
sebagai kupasan kitis dari definisi-definisi kebudayan (konsensus) yang
mendekati. Definisinya adalah: Kebudayaan terdiri atas berbagai pola,
bertingkah laku mantap, pikiran, perasaa dan reaksi yang di peroleh dan
terutama diturunkan oleh simbolis- simbolis yang menyusun pencapaiannya secara
tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan
benda-benda materi; pusat asensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau
paham, dan terutama keterikatan terhadap niali-nilai. Ketentua-ketentuan ahli
kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum
meskipun dalam praktik, arti kebudayaan menurut endapat umum ialah sesuatu yang
berharga atau baik (Bakker, 1984).
1.
Konsep Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat (1980), kata “kebudayaan” berasal dari kata Sansekerta budhayah, yaitu
bentuk jamak dari budhi yang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian
kebudayaan dapat diartikan “hal-hal yang
bersangkutan dengan akal”. Sedangkan kata “budaya” merupakn perkembangan
majemuk dari “budi daya” yang berarti “daya dari budi”sehingga dibedakan antara
“budaya” yang berarti “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu:
a.
Kompleks gagasan, konsep, dan pikran manusia: Wujud
ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, berpusat pada
kepala- kepala manusiayang menganutnya. Disebutkan bahwa sistem budaya karena
gagasan dan pikiran tersebut tidak merupakan kepingan-kepingan yang terlepas,
melainkan saling berkaitan berdasarkan asas-asas yang erat hubungannya,
sehingga menjadi sitem gagasan dan pikiran yang relatif mantap dan kontinyu.
b.
Kompleks aktivitas, berupa aktifitas manusia yang
saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat di amati atau diobserfasi. Wujud
ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini tidak dapat melepaskan diri
dari sistem budaya. Apapun bentuknya, pola- pola aktifitas tersebut ditentukan
atau ditataoleh gagasan-gagasn, dan pikiran-pikiran yang ada di dalam pikiran
manusia. Karena saling berinteraksi antara manusia, maka pola aktifitas dapat
menimbulkan gagasan, konsep, dan pikirn baru serta tidak mustahil dapat
diterima dan mendapat tempat dalam sistem budaya dari manusia yang berinteraksi
tersebut.
c.
Wujud sebagai benda. Aktifitas manusia saling berinteraksi
tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebgai hasil karya manusia untuk
mencapai tujuannya. Aktifitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk
berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa
juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai benda ang
dapat bergerak.
2. Unsur-unsur
Kebudayaan
Unsur-unsur
kebudayaan meliputi semua kebudayaan di dunia, baik yang kecil, bersahaja dan
terisolasi, maupun yang besar, kompleks, dan dengan jaringan hubungan yang
luas.
B.
Sisten Budaya dan Sistem Sosial
Sistem sosial, sistem budaya, dan kebudayaan fisik merupakan bagian dari
kerangak budaya. Sistem-sistem tersebut hanyalah sebagian dari sistem-sistem
yang termasuk dalam perspektif keseluruhan. Sistem sosial dan sistem budaya
merupakan sistem-sistem yang secara analisis yang dapat dibedakan. Sistem
sosial lebih banyak dibahas dalam kajian sosiolagi, sedangkan sistem budaya
hanya dikaji dalam disiplin pengetahuan budaya.
Sistem budaya merupakan wujud yang abstrak dari kebudayaan. Sistem budaya
atau cultural system merupakan ide-ide atau gagasan manusia yang hidup bersama
dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut tidak balam keadaan lepas satu dari
yang lainnya, tetepi selalu berkaitan menjadi suatu sistem. Dengan demikian
sistem buaya adalah bagian dari kebudayaan, yang diartikan pula sebagai adat
istiadat. Adat istiadat mencakup sistem nilai budaya, sistem norma, norma-norma
menurut pranata-pranata yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan, termasuk
norma agama.
Fungsi sistem budaya adalah menata dan memantapkan tindakan-tindakan dan
tingkah laku manusia. Proses ini dimulai sejak kecil, dimulai dari lingkungan
keluarga, kemudian dengan lingkungan di luar rumah, mula-mula dengan meniru
berbagai macam tindakan. Tetapi ada juga individu yang dalam proses pembudayaan
tersebut mengalami deviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan
dirinya dengan sistem budaya di lingkungan sosial sekitar. Menurut Bakker
(1984: 37) kebudayaan sebagai pencipta dan perkembangan nilai segala apa yang
ada di dalam alam fisik, personal dan sosial, yang disempurnkan untuk realisasi
tenaga manusia dan masyarakat.
Kebudayaan subjektif, dipandang dari aspirasi fundamental yang ada pada
manusia, nilai-nilai batin dalam kebudayaan subjektif terdapat dalam
perkembangan kebenaran, kebijakan, dan keindahan. Lewat fungsi-fungsi itu
manusia menyemournakan kosmos dan menghumanisasikan dirinya. Keselarasn
nilai-nilai subjektif diutamakan oleh humanisasi klasik.
Kebudayaan objektif, nilai-nilai imanen dalam kebudayaan subjektif harus
menyatakan diri dalam tatalahir sebagai meterialisasi dan institusionalisasi.
Di sana terbentuklah dunia kebudayaan objektif yang amat luas dan serbaguna.
Nilai-nilai yang direalisasikan secara batin, sekali diproyeksi secara serupa.
Nilai-nilai objektif itu, yang juga disebut hasil unsur-unsur kebudayaan itu
dapat disistematikan menurut beberapa prinsip pembagian.
Sistem sosial pertama klali diperkenalkan oleh seorang sosiolagi Amerika,
Talcot Parsons. Konsep sistem sosial merupakan konsep relasional sebagai
pengganti konsep eksistensional perilaku sosial. Konsep sistemsosial adalah
alat pembantu untuk menjelaskan tentang kelompok-kelompok manusia. Model ini
bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok-kelompok manusia merupakan suatu
sistem. Tiap-tiap sistem sosial terdiri atas pola-pola perilaku tertentu yang
memunyai struktur dalam dua arti, yaitu: pertama, relasi-relasi sendiri antara
orang-orang bersifat agak mantap dan tidak cepat berubah; kedua,
perilaku-perilaku mempunyai corak atau bentuk yang relatif mantap.
C.
Jenis-jenis Kebudayaan
a.
Kebudayaan Material (kebendaan) ialah wujud kebudayaan
yang berupa benda-benda konkret sebagai hasil karya manusia, seperti rumah,
mobil, candi, jam, benda-benda hasil teknologi, dan sebagainya.
b.
Kebudayaan nonmaterial (rohani) ialah wujud kebudayaan
yang tidak berupa benda-benda konkret, yang merupakan hasil cipta dan rasa
manusia , yaitu: Hasil cipta manusia seperti filsafat serta ilmu pengetahuan,
sedangkan hasil rasa manusia seperti mencakup maslah-masalah sosial dalam arti
luas, mecakup agama (religi, bukan wahyu), ideologi, kebatinan, kesenian, dan
semua unsur yang merupakan hasil ekspresi jiwa manusia yang hidup sebagai
anggota masyarakat.
D.
Unsur-unsur Kebudayaan
Unsur kebudayaan yang pokok sering disebut sebagai cultural unuversal
adalah sebagai unsur pokok yang mesti dijumpai dalam semua kebudayaan di
seluruh dunia, menurut C. Kluckholn diperinci menjadi tujuh macam, yaitu:
a)
Sistem religi dan ucapan keagamaan.
b)
Sistem dan organisasi masyarakat.
c)
Sistem pengetahuan.
d)
Bahasa.
e)
Kesenian.
f)
Sistem mata pencaharian untuk hidup.
g)
Sistem tekologi dan peralatan.
Menurut Ralph Linton, unsur-unsur kebudayaandari yang terbesar (pokok)
sampai yang terkecil, ada lima macam yaitu:
a)
Cultural universal (misalnya kebudayaan manusia
primitif).
b)
Cultural activitis (hidup dengan mata pencaharian
berburu).
c)
Trait complexes (berburu dengan panah: busur, anak
panah, wadah anak panah).
d)
Traits (anah panah)
Items
(ujung, tangkai, dan bulu anak panah sebagai bagian-bagian ari anak panah).
E. Kepribadian
Dan Kebudayaan
Sebagaimana
diuraikan dalam bab terdahulu, pengertian masyarakat menunjuk pada manusia
sedangkan pengetian kebudayaan menunjuk pada pola-pola prilaku yang khas dari
masyarakat tersebut. Masyarakat dan kebudayaan sebenarnya merupakan perwujudan
atau abraksi prilaku manusia. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. Perilaku
manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya karena kepribadian merupakan
latar belakang prilaku yang ada dalam diri seorang individu. Kekuatan
kepribadian bukanlah terletak pda jawaban atau tanggapan manusia terhadap suatu
keadaan., akan tetapi justru pada kesiapannya didalam memberikan jawab dan
tanggapan. Sebenarnya kepribadian merupakan organisasi factor-faktor biologis,
psikologis, dan sosiologis yang mendasari prilaku individu. kpribadian mencakup
kebiasaan-kebiasaan. Sikap dan sifat lain yang khas dimiliki seseorang yang
berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain. Seorang sosiolog
terutama akan menaruh perhatiannya pda perwujudan prilaku individu yang
nyatapada waktu individu tersebut berhubungan dengan individu-individu lainnya.
Mungkin bagian tadi dapat digambarkan dengan istilah kebudayaan khus atau
sub-culture.
Untuk membatasi diri pada hal-hal yang penting , uraian dibawah akan
dikaitkan pada tipe- tipe kebuduyaan khusus yang nyata memengaruhi bentuk
kepribadian, yakni sebagai berikut .
1. Kebudayaan-kebudayaan
khusus atau dasar factor kedaerahan. Disisni dijumpai kepribadian yang saling
berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu masyarakat
tertentu karena masing-masing tinggal didaerah yang tidak sama
dengankebudayaan-
kebudayan khus yang tidak sama pula. suatu contoh lain adalah “ jiwa
”
ciri tersebut tampak dengan nyata
pada orang-orang tapanuli dan minang kabau misalnya, dari orang-orang jawa.
banyak contoh lainnya yang dapat dikemukakan atas sadar factor resional.
2. Cara hidup
dikota dan didesa yang berbeda ( urban dan rural ways of life ) cobalah ambil
contoh perbedaan antara seorang anak yang dibesarkan dikota dan anak yang
dibesarkan
didesa. anak lebih berani menonjolkan diri diantara teman-temannya dan sikap
lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan
yang tertentu. sementara itu, seorang anak yang dibesarkan di desa lebih
mempunyai sekap percaya pada diri sendiri dan lebih banyak sikap menilai (
Sense of value ).
3. Kebudayaan
khusus kelas social. Didalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan sosial
karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargaiyang tertentu terhadap
bidang-bidang kehidupan yang tertentu pula dengan demikian kita mengenal
lapisan sosial yang tinggi, rendah dan menengah.
4. Kebudayaan
khusus atas dasar agama. Agama juga berpengaruh besar didalam membentuk
kepribadian seorang individu. bahkan adanya mazhab didalam suatu agama pun
melahirkan pula kepribadianyang berbeda-beda dikalangan umatnya.
5. Kebudayaan
berdasarkan propesi. Pekerjaan keahlian juga berpengaruh besar kepada
kepribadian seorang. kpribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan
kepribadian seorang pengacaradan itu semuanya berpengaruhpada suasana
kekeluargaan dan cara mereka bergaulprilaku demikian tentu lebih dimengerti
oleh teman-teman sejawatnya yang mempunyai pekerjaan dan profesi yang sama.
Inti dari kebudayaan sitiap masyarakat adalah system yang dianut oleh
masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan, karena sistem nilai
tersebut bersifat abstrak (bahkan sangat abstrak ) bahkan perlu diberikan
beberapa indikator nilai-nilainya yaitu :
a) Konsepsi
mengenai hakikat hidup.
b) Konsepsi
mengenai hakikat karya.
c) Konsepsi mengenai
hakikat lingkungan alam.
d) Konsepsi mengenai
hakikat lingkungan sosial Masing-masing indikator menghasilkan nilai-nilau
tertentu yang mungkin dianggap positif maupun negatif.
6. kebudayaan
yang didukung oleh masyaraka tsehingga seolah-olah kebudayaan dapat dipelajari
secara terpisah dari manusia menjadi pendukungnya. jarang dari seorang asal
Indonesia untuk mengetahui kebudayaan Indonesia sampai ke unsur-unsur yang
sekecil-kecilnya, padahal kebudayaan menentukan arah serta perjalanan hidupnya.
Kebudayaan dan Masyarakat, menururut Theodore W. Neocomb, kepribadian
merupakan organisasi (himpunan) dari sikap-sikap (predisposition) yang dialami
seseorang sebagai latar belakang perilakunya. Sedangkan kepribadian menueut
Allport adalah merupakan organisasi dri sistem spikofisik seseorang yang menentukannya
dalam mengadakan penyesuaian terhadap lingkungan secara khas.
Berikut adalah Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian
seseorang, yaitu:
a. Faktor biologis,
keadaan seseorang turut mempengaruhi perkembnagan seseorang.
b. Faktor spikologis,
kepribdian seseorang dapat juga dipengaruhi oleh fakor psikologis, seperti
temperamen, perasaan, dorongan dan minat.
c. Faktor
sosiologis, pembentukan kepribadian bisa terjadi karenapengaruh lingkungan
sosialnya, seperti lingkungan pergaulan.
d. Faktor
budaya (material/nonmaterial)
e. Faktor
lingkungan alam fisik, misalnya orang yang tinggal di daerh pegunungan umumnya
sehat dan pemberani sedangkan yang berasal dari daerah tandus/gersang biasany
keras dan ulet.
f. Faktor
kebudayaan khusus (subculture), seperti pengaruh kebudayaan daerah, pengaruh
corak hidup kota atau desa, pengaruh budaya menurut lapisan sosial, pengaruh
budaya menurut jenis kelamin, dan pengaruh kebudayaan menurut lapangan
pekerjaan.
KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang sering dilakukan dan menjadi
kebiasan kemudia membudaya. Contohnya seperti kesenian, pendidikan, dan
sebagainya. Selanjutnya kesenian biasanya menyangkut hal-hal yang mengandung
unsur keindahan (estetika). Peradaban merupakan bagian dari kebudayaan yang
memberikan atau merupakan ukuran kemajuan
suatu bangsa atau masyarakat, seperti arsitektur, teknologi, ilmu pengetahuan,
dan sebagainya.
Dalam hal ini hubungan sosial sangat
berpengaruh tau berperan penting dalam perkembangan kebudayaan. Bagaimana
tidak? Kita sebagai makhluk sosial pasti melakukan interaksi dengan sesama
anggota masyarakat lainnya, ini merupakn suatu proses yang cukup berperan dalam
perkembangan budaya itu sendiri.
Karena budaya itu berkembang dalam masyarakat, yang saling melakukan
interaksi sosial, maka kebudayaan akan dengan cepat berkembang dalam masyarakat
tersebut. Seperti halnya berteman atau bergaul, pasti apa yang teman kita
gunakn cepat atau lambat pasti kita akan menirunya, itu sudah merupakan suatu
bentuk kebudayaan dalam satu ruang lingkup yang masih tergoalng relatif kecil.
Hanya sebatas lingkungan persahaban atau pertemanan, namun dalam lingkungan
yang kecil ini kebudayaan sudah mengalami perkembangan yang cukup banyak.
DAFTAR
PUSTAKA
Gunawan Ary
H. 2010. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. 1974. Pengantar Antropologi.
Jakarta: Aksara Baru.
Soelaiman, M. Munandar. 2000. Ilmu Kebudayaan Dasar.
Bandung: Refika.
Maryanti, Kun;
Suryawati, Juju. 2007. Sosiologi untuk Kelas X. Jakarta: Esis.
Soewinto, dkk. 2007. Sosiologi Kelas X Semester
Ganjil. Solo: Tri Jaya Utama.
Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi.Jakarta:
Lembaga Penerbit FE UI.
http://dzakibelajar.blogspot.com.id/2015/metode-dalam-sosiologi.html
http://dzakibelajar.blogspot.co.id/2015/sosiologi-kebudayaan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/sosiologi
Thanks gan, jadi lebih tahu ni tentang kebudayaan.
ReplyDeleteSama2 gan rajin2 berkunjung ya
DeleteSangat membantu artikelnya, thanks gan. :D
ReplyDeleteOK gan rajin2 berkunjung ya
Deletewah lumayan juga infonya
ReplyDeleterajin buka gan masih banyak info yang mau dibagikan
Deletewah jadi tau lebih ni pengertian budaya
ReplyDeleteNice info gan :D
ReplyDeleteKelar deh tugas ane. thanks gan..
ReplyDeleteIzin save gan ke word gan buat tambahan referensi :)
ReplyDeleteOk gan
Deletenice share,, buat tambah referensi :)
ReplyDeleteOk gan
Deleteane boomark ya.. buat nambah referensi.. thanks
ReplyDeleteOk gan
DeleteWah mantabp nih gan infonya :D
ReplyDeleteMakasih gan
DeleteMantap sekali artikelnya gan, jadi itu arti kebudayaan
ReplyDeleteIya gan
Deletewah kumplit ya penjelasanya
ReplyDelete